Back to remember “ANNE FRANK HISTORY”

Anne Frank adalah gadis Yahudi berusia tiga belas tahun, bungsu dari dua bersaudari putri pasangan Otto dan Edith Frank. Kakaknya bernama Margot. Setelah membaca arah situasi politik dan dampaknya terhadap kaum Yahudi, Otto membuat persiapan untuk membawa keluarganya bersembunyi sampai perang  usai. Sepuluh hari menjelang tanggal yang telah ditentukan untuk bersembunyi, keluarga itu menerima surat panggilan dari Gestapo. Mereka terpaksa langsung melarikan diri ke tempat persembunyian pada tanggal 7 Juli 1942. Semua itu dilakukan demi menyelamatkan diri dari dijebloskan ke kamp-kamp konsentrasi, tempat terjadinya pembantaian dan kebiadaban ideologi ekstrem serta penolakan martabat manusia.

Dua puluh lima bulan Anne tinggal di loteng sebuah kantor bersama tujuh orang lain, tanpa boleh keluar walau seujung hidung pun. Selain keluarga Frank, ada keluarga Van Daan yang terdiri dari pasangan Hermann dan Petronella, serta putra mereka, Peter, dan seorang dokter gigi lanjut usia, Albert Dussel, yang bersembunyi di sana. Anne yang paling muda di antara mereka semua.

Di luar perang berkecamuk, serangan udara dan tembakan terdengar sewaktu-waktu, sulit mendapatkan makanan, belum lagi urusan panggilan alam. Perampokan berulang kali menimpa kantor tempat persembunyian mereka. Kemungkinan ketahuan semakin lama semakin besar. Semua itu Anne tuliskan di dalam buku harian yang dia panggil “Kitty.”

Sulit rasanya tidak merasa kagum kepada gadis ini dan terenyuh saat membaca buku hariannya. Semangatnya untuk bertahan hidup dan keikhlasannya menerima takdir melebihi orang-orang yang lebih dewasa darinya. Walau telah disunting ayahnya dan melalui proses pengalihbahasaan oleh penerjemah bahasa Belanda-Inggris, topik-topik yang ditulis tetap berasal dari otak Anne. Selain mencurahkan kegalauan layaknya seorang ABG, dengan tajam dia memaparkan pengalamannya. Dia membahas segala macam, mulai dari suasana sehari-hari di dalam “Paviliun Rahasia,” begitu dia menyebut tempat persembunyiannya, sampai ke topik politik di samping membuat beberapa cerita pendek.

Dia ingin dikenang bahkan setelah kematiannya, katanya. Dan keinginan itu terpenuhi. Yayasan Anne Frank berdiri hingga saat ini. Bukunya telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di dunia dan merupakan salah satu buku yang tak lekang ditelan zaman. Kisahnya diangkat ke panggung teater, layar lebar dan film seri televisi. Semuanya berkat keterampilannya menulis dan ketajamannya memandang situasi.

Menjelang bab terakhir, saat tinggal beberapa lembar lagi, aku jadi semakin pilu mengingat nasibnya yang berakhir di sebuah pusara tanpa nama di Belsen, sebuah kamp konsentrasi mengerikan. Buku ini ditutup oleh satu bab yang menguraikan konteks sejarah sehingga apa yang diceritakan Anne dalam buku hariannya semakin kontekstual, sekaligus menutup kisah Anne dan orang-orang yang bersembunyi dalam “Paviliun Rahasia.”

Bacalah, niscaya kau tidak ingin malas menulis lagi.

dear-kitty-meSinopsis:

Sejak ditemukan di loteng tempat Anne Frank menghabiskan dua tahun terakhir usianya, buku hariannya-yang diberi nama “Kitty”-menjadi karya klasik dunia. Buku luar biasa ini menjadi peringatan akan betapa kejamnya perang sekaligus kesaksian atas betapa dahsyatnya semangat hidup manusia.

Pada 1942, saat Nazi menduduki Belanda, seorang gadis Yahudi berusia 13 tahun bernama Anne Frank beserta keluarganya meninggalkan rumah mereka di Amsterdam untuk bersembunyi. Selama dua tahun berikutnya, sampai keberadaan mereka diketahui Gestapo, mereka dan satu keluarga lain tinggal terasing di “Paviliun Rahasia” sebuah kantor. Terputus dari dunia luar, mereka mengalami kelaparan, kejemuan, tekanan tiada henti akibat hidup di dalam ruang gerak terbatas, dan ancaman ditemukan serta kematian yang selalu membayangi.

Di dalam buku hariannya yang ditulis dalam persembunyian, Anne merekam pengalamannya yang amat mengharukan dengan gamblang dan enak dibaca. Pemaparannya menyentuh perasaan, terkadang menggemaskan dan lucu, mengisahkan pengalaman hidup, keberanian dan kerentanan manusia, cita-cita dan harapan, kisah cinta dan persahabatan, serta potret seorang gadis remaja penuh semangat.

“Salah satu buku terhebat abad ini.”-Guardian

“Cerdas, lucu, dan tragis.”-Sunday Times

“Buku harian Anne Frank adalah monumen bagi semangatnya yang luar biasa dan orang-orang yang mengupayakan perdamaian. Membaca buku ini adalah pengalaman yang memperkaya dan bermanfaat.” -Eleanor Roosevelt, mantan Ibu Negara Amerika Serikat.

Sumber: http://dinabegum.com/2012/12/20/ulasan-obat-untuk-writers-block-buku-harian-anne-frank/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s