MENYAYANGIMU

MENYAYANGIMU

Detik pertama tanpamu….

Awalnya baik baik saja

Tapi setelahnya, aku tak tau harus apa lagi?

Aku tak bias munafik pada perasaanku ini

Sungguh, aku menyayangimu tulus…

Tulus sekali….

Sampai aku lupa, bahwa kau hanya pura pura untuk menyayangiku

Semua berjalan lambat,

Selambat keong yang merangkak dipermukaan tanah,

Selambat jarum jam yang berputar

Selambat cacing yang berjalan

Selambat air yang mengalir di permukaan sama

Dan selambat perasaan yang kurasa saat Ini

Ya, semua terasa lambat

Lambat sekali

Bahkan aku tak tau harus memulainya seperti apa?

Yang aku tau, aku menyayangimu.

Tulus, puth, bersih

Tanpa ada rasa apapun didalamnya

Sampai sampai aku sempat lupa bertanya?

Dan melihat semua itu dari matamu.

Aku lupa dan tak pernah ingat

Bahwa kau tidak pernah menyayangiku dengan tulus

Bahwa kau tak pernah memberikan rasa itu padaku

Kau hanya menenmaniku bersama ragamu

Tanpa hati dan perasaanmu

Ya, mungkin aku saja yang terlalu berharap padamu

Tapi ingatlah satu hal,

Aku menyayangimu…

Kapanpun, bagaimanapun, dan apapun perasaanmu padaku

Aku tetap menyayangimu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s