Menyebalkannya menjadi dewasa

Apakah kalian pernah berpikir betapa menyebalkannya menjadi orang dewasa? Yah, itulah yang saya pikirkan saat ini. Diusia saya yang 17 tahun dan beranjak menuju angka 18 ini, saya banyak dilanda kegalauan. Eits, jangan salah paham dulu ya, galaunya saya disini bukan soal pacar atau cinta melainkan galau mikirin masa depan. ”Oh masa depan, saya telah lama menantimu. Namun setelah kau hampir mendekat saya GALAU”. Kembali lagi ke dewasa, dulu saya selalu berkata ”Enak yah jadi orang dewasa? gak ada larangan, punya uang sendiri, bisa beli ini, bisa beli itu.” Namun untuk sekarang, saya cabut kata kata saya yang tadi. ”Jadi dewasa itu menyebalkan yah? harus bisa ngambil keputusan sendiri, harus bisa nerima resiko, harus ini, harus itu.” Tapi, inilah kehidupan. Disaat kita berpikir bahwa ini mudah, ternyata itu tak semudah yang kita pikirkan. Andai waktu bisa diputar, saya ingin kembali ke 10 tahun yang lalu. Saat dimana saya mengenakan seragam putih merah, ransel bergambar teletubies, serta membawa bekal dan botol air minum. Ah, indahnya masa itu. Saya tak perlu memikirkan hal hal yang sekiranya menguras otak. Yang harus saya lakukan hanya belajar, pergi ke sekolah, dan bermain. Rutinitas yang membosankan mungkin, tapi itu lebih baik dibandingkan menjadi dewasa. Satu hal yang selalu saya ingat. Sewaktu kecil, pasti kalian selalu mempunyai cita cita. ”Saya ingin jadi guru.” ”Saya ingin jadi dokter.” ”Saya ingin jadi pilot.” Tapi entah kenapa, cita cita itu hanyalah sekedar cita cita atau angan belaka. Yang sekarang jadi cita cita saya adalah ”Bagaimana sekarang saya menjadi orang sukses. Sukses terbebas dari masalah kehidupan finansial.” Mungkin kalian bingung dengan cita cita saya saat ini, tapi inilah cita cita saya. Karena menurut saya, sukses itu relatif. Dimana saya bisa berhasil dengan apa yang saya lakukan saat ini tanpa harus terpaku pada satu bidang.
Tapi, ah sudahlah. Ini adalah waktunya saya membenahi diri dan menyikapi dengan baik tentang datangnya kedewasaan. Karna saya selalu yakin, dewasa itu milik semua orang dan ia tak seburuk yang saya kira.

”Menjadi dewasa itu sulit, namun kembali ke masa anak anak itu pun mustahil.”
by. Marisa

2 thoughts on “Menyebalkannya menjadi dewasa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s