Mama

Mama
Saat aku kecil dulu
Aku tak mengerti apalah arti dia disampingku
Aku selalu menangis, aku selalu marah
Merasa paling hebat di dunia

Saat aku kecil dulu
Aku tidak mengerti mengapa aku melihat dia menangis di sampingku
Aku tidak mengerti betapa pedulinya padaku
Aku tidak mengerti betapa ia selalu menungguku disaat aku bermain
Karena aku merasa paling hebat di dunia

Mama
Kini aku telah dewasa dan melihat cermin pada diriku sendiri
Betapa berat engkau melihat langkahku
Betapa berat engkau melihatku menangis
Betapa kau selalu ingatkan aku bahwa duniaku masih terlalu sempit
Untuk menjadi sombong dan angkuh

Mama
Kau adalah sahabatku, perisaiku, dan malaikatku
Tidak akan ada yang lebih berharga selain kasihmu

Mama
Tanpamu aku bukanlah apa-apa di dunia ini
Bahkan tidak lebih berharga dari sebuah pasir di pantai

Andai saja aku masih bisa menatapmu saat tersenyum seperti saat ini
Mungkin aku akan malu pernah berpikir aku paling hebat
Andai saja aku masih bisa melihatmu menangis karenaku
Mungkin aku akan memberikan pelukan sejuta maaf yang tak terhingga

Mama
Bagaimanapun hidupku kelak
Kau adalah pencipta langkahku
Bagaimanapun sedihnya perjalanan hidupku
Kau adalah obat dalam ketegaranku

Mama
Tetaplah di sampingku untuk selamanya
Biarkan aku taburkan bunga kebahagiaan
Selama nafasku masih berada di antara langit-langit
Agar kau tau betapa aku sangat mencintaimu.

By: Agnes Davonar (dalam buku Catatan perjalan pebasket nasional ”Denny Sumargo”)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s