Sekotak cinta di idul fitri

“  Ting nong…” suara bel didepan rumah Ira berbunyi dengan lantangnya. Itu berarti ada seorang tamu diluar sana yang menunggu untuk dibukakan pintu. Ira berlari secepat mungkin dan membukakan pintu untuk si tamu. “ Mana orangnya? Kok gak ada.” Ucap Ira kebingungan setelah mengetahui bahwa tidak ada seorang pun di teras rumahnya. Tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah kotak 10x10cm dibawah kakinya. “ Oh, paket. Tapi untuk siapa, lantas mengapa orang yang mengantar paket ini langsung kabur.” Batin Ira makin bingung. Ia pun mengambil paket tersebut yang ternyata isinya hanyalah kotak pink berhias gambar ketupat. “ Cinta, satu kata yang penuh dengan makna bagi yang merasakannya. Dan kurasa, aku telah jatuh cinta denganmu.” Coretan tinta itu terpampang jelas diatas kotak pink tersebut. Ira makin bingung dan penasaran dengan siapa pemilik kotak itu. Yang makin anehnya lagi, kotak ini tidak berisi apapun alias kosong. Yang ada hanyalah secarik kertas yang berisi celotehan kecil tentang cinta.

Esok harinya, seperti biasa. Walaupun Ira berpuasa, ia tetap menjalankan aktivitasnya untuk bekerja. Yaitu, menjaga sebuah distro miliknya di daerah Tebet. Ia berangkat menggunakan sepeda motornya yang berwarna biru. Tak lupa helm bergambar hello kitty dipakainya saat itu. Sampai di distro “ Liliput” miliknya, ia segera memarkirkan motornya tepat didepan distro. Dan kemudian langsung masuk kedalam dan memantau semua aktivitas para pegawainya. Selain itu, ia juga terkadang melayani para pembeli/ pelanggannya di distro tersebut. ” Permisi bu, ini ada paket untuk ibu.” Ucap Fendy, salah satu pegawainya. Ira pun meraih paket tersebut dengan rasa penasaran. Segera Ira membuka paket tersebut, dan. “ ah apa-apaan ini. Kotak pink lagi.” Ucap Ira tersontak heran. “ Mungkin kamu bingung. Siapa yang mengirimkan kotak ini. Tapi itu tidak penting. Yang jelas, aku mencintaimu. Benar-benar cinta padamu. Aku tak tahu harus memulainya darimana. Karena menurutku, cinta ini sudah terlalu lelap untuk mengenalmu.” Untuk kedua kalinya celotehan kecil tersebut berada tepat diatas kotak pink yang berhias ketupat lagi.  “ Gue gak ngerti apa maksud nih orang?” ucap Ira dengan nada kesal dan menjengkelkan.

“ Males banget deh. Apa-apaan sih orang ini. Gak jelas banget. Bicara soal cinta, tapi gue gak tahu orangnya.” Ujar Ira ketika sampai di rumahnya. “ untung aja, gue lagi puasa. Coba kalo enggak, gue bakal cari tuh orang, gue caci maki. Siapa dia coba, bilang cinta ke gue, tapi gue gak kenal dia. Uhh, nyebelin…”

1 hari lagi, idul fitri akan tiba. Ira sedang bersiap-siap membereskan rumahnya. Mulai dari bersih-bersih, membuat kue, dan menyiapkan bingkisan untuk para orang tua dan tetangga-tetangga. “ Ting nong…” suara bel rumah Ira berbunyi lagi. Seperti hari-hari sebelumnya, paket yang berisi kotak pink itu muncul lagi didepan teras rumahnya. “ Huft…” Ira menarik napas panjang. Ia hampir saja muak dengan paket tersebut, ingin rasanya ia menginjak kotak pink itu sekencan-kencangnya. Namun, entah mengapa perasaan Ira sedikit tidak tenang dan ingin segera membukanya. “ Cinta tak harus memilki. Seperti itulah cintaku padamu. Mungkin, hari ini aku tidak bisa memilikimu. Namun esok, aku pasti akan memilikimu.” Celoteh ini membuat hatiku terenyuh dan sedikit tersentuh.

26 September 2011. Tepatnya, hari ini adalah hari raya idul fitri. Pagi ini, Ira pergi ke rumah kedua orang tuanya di Jl. Kenanga no.8. Blok B1. Jaraknya hanya 150 meter saja dari rumah tinggal Ira sekarang ini. Dan siangnya, ira kembali ke rumah nya yang sederhana. Tapi ia senang berada di rumahnya sendiri, karena rumahnya sekarang ini adalah bukti kesuksesannya dalam menjalankan bisnis distro. “  Ting nong…” suara bel rumah Ira berbunyi beberapa kali. Ira segera membuka pintunya. “ Hah..” Ucap ira tersontak kaget. Seorang pria bertubuh tinggi, dengan jas hitam disertai celana hitam yang terpakai dengan rapi. Pria tersebut juga membawa kotak pink berhias ketupat, sama persis seperti kotak pink yang ia dapatkan dari paketyang dikirimkan seseorang untuknya. Pria itu tersenyum lebar menatapku, ia pun memberikan kotak pink yang ia bawa untuk Ira. “ Would you be my girlfriend?” pertanyaan itu membuat Ira hampir pingsan dan jantungan. “ Maaf ya Ra, aku udah ganggu kamu selama beberapa hari ini dengan celotehan yang gak jelas. Tapi satu hal yang harus kamu tahu, aku mencintaimu. Would you be my girlfriend?” Ucap pria itu ( Adnan). “ Aku mau, adnan. Aku juga mencintaimu.” Sahut Ira dengan tersipu malu.

Idul fitri kali ini adalah idul fitiri terindah dalam hidup Ira. Pada akhirnya, Ira telah menemukan kembali kisah cinta pertamanya ( Adnan) yang telah lama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s