Cita-citaku setingg tanah

Cita-Citaku Setinggi Tanah;
Laskar Pelangi dari Jawa
 
 
Selasa, 2 Oktober 2012 menjadi hari yang sangat spesial bagi saya, ketika mendapat kesempatan dari Bunda Story untuk mendampingi beliau di siaran pers pemutaran perdana untuk media film Cita-Citaku Setinggi Tanah. Acara yang digelar di gedung Djakarta Theater XII, Thamrin ini dihadiri oleh sejumlah media ibukota.
 
Film Cita-Citaku Setinggi Tanah bercerita tentang perjuangan anak-anak desa di Muntilan, Jawa Tengah, dalam mewujudkan cita-cita mereka. CCST adalah salah satu film baik Indonesia yang mengusung cerita anak inspiratif. Film yang dibintangi oleh Nina Tamam, Agus Kuncoro, Iwuk Tamam, Dony Alamsyah, dan sederet bintang baru ini mempunyai tujuan mulia yaitu seluruh hasil penayangan film akan didonasikan ke Yayasan Kasih Anak Kanker Indoesia (YKAKI).
 
Acara ini dipandu presenter gokil Gading Marten dalam dua sesi. Sesi pertama penayangan perdana di studio Djakarta Theater kemudian dilanjutkan acara tanya jawab media dengan penggagas film.
 
Euhene Panji selaku produser CCST mengaku bahwa film ini merupakan film layar lebar perdananya dengan biaya produksi sendiri sebagai proyek untuk berbagi. Niat baik Eugene disambut baik dan didukung penuh oleh Danone AQUA. Fabby Intan, Brand Director AQUA yang sempat hadir saat press conference mengatakan, “Saya sangat puas dengan film CCST. Jujur, tadi saya sempat menitikkan air mata, saking terharunya.”
 
CCST mengisahkan tentang semangat Agus yang diperankan oleh M. Syihab Imam Muttaqin dalam mewujudkan cita-cita sederhananya yaitu ingin makan di restoran Padang. Cita-cita itu menjadi istimewa ketika dikisahkan keseharian Agus yang tiada hari tanpa tahu bacem buatan ibunya. Untuk mewujudkan cita-citanya itu, Agus melewati kejadian-kejadian luar biasa yang akan menyadarkan penonton bahwa cita-cita adalah hal yang penting, tapi bukan segala-galanya.
 
Syihab juga mengaku banyak pengalaman seru yang dia dapatkan selama proses pembuatan CCST. Mulai dari pengalaman saat casting sampai dibentak-bentak sutradara dalam proses syuting. Hal yang sama juga dirasakan oleh Nina Tamam yang berperan sebagai ibunya Agus. “Selama syuting CCST aku dapet banyak pengalaman seru, yang paling gokil itu ketika ada tokek yang bunyi persis di atas kepala aku,” tutur Nina saat ditanya media tentang kesannya selama syuting CCST di Muntilan.
 
Sementara itu Bunda Story sendiri berkomentar, “CCST adalah film yang sangat keren. Film yang menginspirasi ke dua yang saya tonton setelah Laskar Pelangi.” Oke deh, dukung terus film baik Indonesia, ya. (Chogah/ ft. doc. pribadi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s