Cerpen ” Antara Ucok dan Priyo.”

Antara Ucok dan Priyo

Suatu pagi di SMA Kartini, pagi ini dikelas XI IPA 1 sedang ricuh karena adanya seorang murid baru yang bernama Reyna. Parasnya sangat cantik, tubuhnya seksi, putih dan tinggi. Semua murid dikelas tersebut berusaha untuk mendekatinya agar Reyna berminat menjadi pacar mereka semua. Tapi hati dan perasaan memang tak bias dipaksakan, walaupun ada 100 cowok sekalipun yang mendekati Reyna, ia hanya menanggapinya dengan acuh tak acuh. Kecuali 2 orang cowok yang bernama si Ucok dan Priyo. Kedua cowok ini benar benar telah memikat hati Reyna, cewek yang jingkrak banget kalau untuk urusan cinta cintaan. Ucok adalah seorang cowok yang ngaku ketampananya itu mirip Ariel ( mantan vokalis Peterpan), penuh kharismadan berasal dari kota Medan. Sedangkan priyo, dia adalah cowok super ganteng yang mempunyai etika yang sangat santun. Ia berasal dari kota Yogyakarta, kota yang terkenal dengan makanan khas Gudegnya. Sementara itu, Reyna juga lagi kesemsem dengan kelompok boyband asli korea yang namanya 2PM. Setiap jam, menit bahkan detik tak lupa untuk Reynaselalu mendengarkan salah satu dari lagu 2PM yang judulnya “Hands Up”. Sampe sampe diwaktu istirahat pun, ia selalu konser di depan kelas XI IPA 1 dan nyanyiin lagu Hand Up “ Now, put your hands up. Put your  hands up. Put, put, put.”

“ hay Reyna, kenalin gue Ucok” kata Ucok menghampiri Reyna yang berdiri diatas bangku depan kelas. “ jangan Reyna, mendingan kenalan sama gue aja. Gue Priyo cowok terganteng di SMA Kartini” cegah Priyo yang langsung menyambar tangan Reyna yang hendak bersalaman dengan Ucok. “His, apa pula kau ini. Aku yang mengajak reyna duluan untuk berkenalan denganku. Bukan kau, priyo” kata Ucok yang agak geram dengan sikap priyo. “ ah sudahlah rey, tidak usah kamu pedulikan burung beo seperti ucok ini. Lebih baik kita jalan jalan saja ke taman belakang sekolah yuk!” ajak priyo untuk membujuk reyna agar  ia tidak mempedulikan si ucok. Reyna pun tidak bias menolak ajakan priyo, karena reyna memang menyukai keduanya. “ lumayan lah, aku tidak bias pergi dengan ucok. Priyo pun jadi.” Gumam reyna dalam hati sambil senyum senyum sendiri. “ hey awas kau, ya. Tunggu pembalasan dariku” jawab uco marah dengan cara bicara yang logatnya medan banget.

Beberapa menit kemudian, ucok punya akal untuk menggagalkan acara jalan jalan di taman sekolahnya Priyo. Ucok berniat untuk menjahili priyo dengan membohongi dia untuk segera menemui pak Zami, kepala sekolah di SMK Kartini. “ hey priyo. Kau dipanggil pak Zami diruangannya. Beliau marah besar terhadap kau!” perintah ucok dengan lagak sok serius. “ ah yang bener cok, lu serius kan gak main main” jawab priyo agak ketakutan. Mukanya berkeringat dingin seperti orang sedang terkena demam tinggi. “ hey, cepat!” seru ucok lagi. Tanpa banyak basa basi lagi. Priyo segera berlari menuju ruang kepsek. “ horas, horas” ucap ucok sambil jingkrak jingkrakan gak jelas setelah priyo peri menemui kepsek. Tanpa ragu ragu ucok langsung saja duduk disamping reyna, gadis yang ia sukai. “ hay, rey.” Sapa ucok sambil melambaikan tangan kananya ke Reyna. “ hay juga ucok.” Balas reyna dengan senyumanya yang manis.” Alamak, aku tak tahan melihat senyumnya itu” gumam ucok dalam hati. “ oh ya rey, kau tahu tidak setiap kali aku melihat tatapan matamu. Aku merasa….” Kata ucok yang mulai dengan gombalan khas medannya. “ merasa apa?” jawab reyna singkat. “ dimata kau itu ada pelangi, yang bikin aku ngerasa berwarna warni setiap melihat kau. Aku cinta kau rey. Walaupun kau dan aku baru kenal, aku merasakan adanya getaran hebat setiap aku melihatmu” kata ucok yang berusa menyatakan cintanya pada reyna. “ ah kamu ini, bikin aku GR saja. Oh ya, kamu tahu tidak lagu favoritku?” selah reyna pada pertanyaan yang ucok berikan. “ ya aku tahu lah, rey. Itu kan band asli korea yang namanya  dua peem” jawab ucok makin sok tahu. “ ye, bukan dua peem tapi 2PM. Coba nih ya kamu dengerin lagunya, pasti kamu suka deh.” Kata reyna sambil mengeluarkan ipd hitam miliknya untuk memtarkan lagu 2PM Hands Up. Tiba tiba priyo dating dan langsung marah marah sama ucok. “ dasar si burung beo. Lu coba bohongin gue ya?” kata priyo dengan kasar. “ sudahlah, kalian berdua jangan bertengkar lagi” cegah reyna berusaha melerai dan mendinginkan suasana saat itu. “ Rey, aku pengen ngomong sesuatu sama kamu. Aku menyukaimu rey. Aku pengen jadi pacar kamu, pokoknya nanti kalau kamu terima cintaku, kita akan main gending jawa deh. Ayolah rey, terima aku ya?” bujuk priyo sambil menyatakan cintanya. Sementara reyna, hanya pasang muka bingung dan tetap diam. Lalu ucok pun mencoba merayu reyna lagi agar reyna menerima cintanya. “rey, aku janji rey. Aku bakal ajak kau berlibur ke Danau Toba. Hanya aku dank au Rey. Makanya kau terima aku saja ya!” bujuk ucok ikut ikutan. Tak mau kalah dengan ucok priyo pun mendekati reyna lagi. “rey, kamu tahu enggak gending jawa itu warisan leluhur loh. Sementara 2PM warisan globalisasi yang akan punah suatu ketika” kata priyo lagi dengan lagak sok tahu nya. Reyna sangat sebel bête dan kesel, pengen sekali ia ngejitak kepala priyo yang asal ngomong tentang globalisasi.  “ alah Rey, dia itu angek sama aku. Lha tiap hari makannya Cuma belacan, sedangkan aku ayam. Pantas dia gondok kali sama aku. Makanya rey, sudah kubilang. Kau terima aku sajalah rey. Jangan si Priyo itu.!” Tak lama kemudian. Burrr…. Keduanya kaget ternyata reyna menyiram wajah keduanya dengan air. “ aku gak bias terima kalian. Jadi, supaya adil aku siram kalian pakai air!”hahahahaha

 

Cerpen ini pernah gue ini adalah hasil lomba Cerdak di majalah Story bulan Maret 2012 lalu, tapi sayangnya cerpen ini kalah. wkwkwkwk, semangat……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s