Mendamba

“Mendamba”

 

Ada persoalan yang belum tuntas diantara kita. Bukan, bukan dendam. Hanya tanda tanya besar mengapa kau meninggalkanku disaat aku paling membutuhkanmu. Aku marah, kesal, dan kecewa. Namun semua itu tertutupi hangat cinta yang masih menyala-nyala dalam hatiku.

Setiap malam aku berdoa, suatu saat bisa mendengar suaramu lagi. Aku mendongakan kepala ke langit, berharap kau melihat rembulan yang sama denganku. Kemudian aku menutup mata, takut waktu membuatku keburu melupakan raut wajahmu.

Sebut aku sentimentil, tapi aku sungguh merindukanmu.

Apa kau juga begitu?

By, Mendamba

Aku tak pernah merasa serindu ini, tapi tak apa. Mungkin ini salah satu takdir Tuhan agar banyak belajar dan lebih mensyukuri orang-orang yang pernah hadir dalam hidupku. Kau tinggal terlalu sebentar, dan kau lantas pergi terlalu cepat. Tak bisakah? Kau pergi secara perlahan, hingga aku lupa dan tak sadar kau telah pergi dariku.

Mungkin benar ucapanku dulu, cinta mu tak nyata. Hanya bayang semu yang setiap kali hadir dan menuntutku untuk nyaman. Dan kau berhasil membuat cinta itu semu, kelabu dan tak nyata. Kau hebat, bahkan kau tak pernah lupa bagaimana bisa mengaduk-aduk hatiku seperti campuran es krim. Ya, kau tau aku suka es krim. Dan kau merefleksikan hatiku seperti es krim, diaduk hingga tercampur dan dingin. Ada rasa cokelat, stroberi, vanilla, dan green tea. Semua tercampur menjadi satu. Disitulah, didekatmu aku merasa seperti cokelat, kadang manis dan pahitnya menjadi satu. Namun, aku suka. Dan bodohnya aku ya? Bodoh sekali. Jatuh cinta pada hal yang mungkin itu tidak nyata. Aku bodoh, selalu bodoh.

Kau adalah lelaki hebat yang pernah kutemui setelah membuatku nyaman, dan kau pergi meninggalkanku. Tapi tak apa, sungguh tak apa. Sakitnya mungkin tak seberapa. Aku kehilanganmu untuk kesekian kalinya, dan kau tau apa? Kau selalu sama, tampak seperti es krim. Sebosan apapun aku menikmati es krim kau tetap membuatku nyaman. Tetap membuatku terdiam dengan sejuta cinta yang mungkin terpendam. Ya kau es krim, es krim yang akan slalu kurindukan.

Dan mulai hari ini,

Aku akan slalu merindukanmu.

By, icha

Say sorry for all things to do

Menjauhlah

Menjauhlah

 

Cinta itu memang tak bisa digantung.

Tapi akankah kau melepasku begitu saja?

Aku hanya ingin kau berkorban untukku.

Menunjukkan semua keseriusanmu padaku.

Tidak Lebih…

Sungguh, aku tak pernah permainkanmu.

 

Aku tak ingin harapanku terempas lagi.

Aku tak ingin semua cepat berlalu seperti angin lalu.

Aku hanya ingin tahu seberapa jauh sayangmu padaku.

 

Tapi, jika kau menjauh.

Menjauhlah…

Aku tak kan menahanmu.

Aku yang salah..

Caraku yang salah…

Ya, aku salah berharap padamu.

 

Hasil gambar untuk menjauh

Jika

Hasil gambar untuk harapan

Jika

 

Jika angin saja bisa berlalu.

Mengapa perasaanku tidak?

Jika hujan saja bisa reda.

Mengapa sedihku kian tak mereda?

 

Jika ombak saja bisa hancurkan karang.

Mengapa hatiku tetap saja beriak?

 

Dan jika badai saja bisa menghempas pasir.

Akankah harapan ini juga terhempas begitu saja?

 

Dari aku yang menghapus harapanku.

 

 

Lagu Cinta

Lagu Cinta

 

Kau yang selalu ada dalam hatiku

Kau yan selalu ada dihatiku

Risalah hatiku memikirkan tentang dirimu

Keraguanmu, yang membuat hati bertanya?

 

Gunda gulana hati, berdesa

Apakah aku mencintai mu, atau

Sekedar bualan hati sesaat

 

Bila cinta meraung & memanggil

Rindu hati tak bisa dihalangi

Dikala remaja sedang merajut benang cinta

seakan akan dunia milik berdua

 

Saat cinta menyebabkan perpisahan

Panah asmara dapat berubah menjadi lahar yang membara

tanpa bisa dihalangkan rasa panas itu sedikit pun,

Karena cinta yang merubahnya menjadi kebencian

 

Sungguh cinta, kau yang selalu

membuat banyak pertanyaan?

Kau yang selalu memusingkan &

menyenangkan……….

 

 

Entahlah!

Tak perlu sejuta kata untuk ungkapkan Cinta

Tak perlu sejuta bunga untuk ungkapkan rasa

Dan tak perlu berjuta puisi tuk ungkapkan kassih dan rinduku untukmu

Dan pula tak perlu tuk menyiksaku seperti ini

Tak perlu seribu jarum untuk menyakitiku

Tak perlu beribu duri tuk merapukanku

Tak perlu mencabik hati tuk patahkan hatiku

Dan tak perlu kau tinggalkanku untuk menyiksaku

Karena,

Aku tau bagaimana aku harus bertahan disampingmu?

Kapan aku akan tetap disisimu?

Kapan aku harus pergi?

Kapan aku harus berjalan mundur?

Aku tau semua jalan itu!

Aku hanya butuh waktu!

Mengambil seluruh rasa ini!

Dan membuang semuanya jauh,

Jauh sekali!

Hingga aku lupa bahwa aku pernah membuang,

Lalu menyimpanya!

Jakarta,  06 Agustus 2016 22:15

Teruntuk BAPAK!

Teruntuk BAPAK!

 

Bukan Tentang seberapa lama bapak disini.

Bukan tentang seberapa jauh bapak tinggalkan kami.

Bukan pula tentang bapak yang pergi namun tak lagi kembali.

 

Ini tentang bapak.

Bapak yang senantiasa selalu dihati kami.

Bapak yang tak pernah tergantikan.

Dan bapak yang selalu ada disetiap doa kami.

 

Bapak, maafkan anakmu yaaaa yang belum bisa bahagiain mama.

Bapak, maafkan aku yang ga pernah bisa jadi putri yang baik.

Dan maafkan aku untuk segala kesalahanku.

 

Pak, aku rindu.

Rindu, lelaki sepertimu

Rindu, kasih sayangmu.

Rindu, pelukanmu.

 

Aku iri,

Ketika mereka yang seusiaku, membanggakan papanya didepanku.

Aku iri,

Ketika mereka bergelanyut manja pada papanya.

Aku iri pak!

 

Tapi aku sadar,

Karena sekeras apapun aku menginginkan bapak disini.

Bapak tetap telah pergi,

Bapak Cuma kenangan di keluarga kami,

Bapak tak pernah ada disini lagi,

Bapak Cuma ada dihati kami,

 

 

Dari putrimu yang selalu merindukanmu,,,

09 Juli 2016, 21:25

Teruntuk Kamu

 

Teruntuk kamu

 

Hai, kamu.

Kamu yang sekarang ada dihatiku

Dibenakku, dan dalam pikirku.

Jangan pergi ya, jangan tinggalkanku

Tetap disini bersamaku

 

Teruntuk kamu yang sekarang disampingku,

Terima kasih untuk semuanya,

Terima kasih untuk waktumu

Terima kasih untuk semua yang kau kasih untukku

 

Jangan pergi yaa,,,

Tetap disini,,,,

Karena kamu, lukaku menjadi sembuh

Karena kamu, hati ini tak lagi patah

Karena kamu, semuanya indah

Dan karena kamu, aku merasa jadi lebih hidup

 

Kamu tau?

Mungkin, kamu bukan laki laki yang pertama kali kukenal,

Tapi pada kenyataanya,

Kamu lelaki ilusi ku,

Lelaki impianku,

Yang sekarang disampingku,

 

Kamu yang mengajariku banyak hal,

Tentang cinta, mimpi dan perjuangan hidup

 

Aku bukan wanita yang baik,

Bukan pula wanita cantik nan kaya,

Tapi apakah kau masih mau denganku?

Aku hanya wanita yang akan rela berkorban untukmu

Hanya itu,

Aku tak punya apa apa selain cinta,

Selain ketulusan,

Mimpi dan asa untuk hidup bersamamu

 

Teruntuk kamu,

Jangan pernah berubah yaa,,,

Tetaplah jadi kamu,

Kamu yang selalu mencintaiku

 

Tetaplah jadi kamu,

Yang suatu saat nanti akan jadi pendampingku,

 

Tetaplah disini, disampingku,

Jangan pernah pergi yaaa,,,

Sekalipun aku yang pinta,

 

Teruntuk kamu,

Aku mencintaimu,

Sekarang,

Atau nanti,

 

Aku akan tetap mencintaimu,,,,

Jakarta, 05 Juni 2016 18:12

Over The Rain by Asri Tahir

Asri Tahir

370 Halaman

  1. Elex Media Komputindo, Oktober 2015

Kamu .. lara yang menjadi anganku paling sempurna

Bersemayam indah tanpa pernah kusadari ada di dalam hatiku

Mencintaimu sama dengan membunuhku!

Namun kehilanganmu juga memuatku kehilangan akal

Aku senang bisa membaca novel karya Asri Tahir lagi. Novel keduanya ini, Over the Rain, punya konsep dan penampilan cover yang unik. Ada dua cerita dalam satu buku. Lalu cover-nya sangat kreatif. Di bagian cerita pertama, yang juga berjudul Over the Rain, seorang perempuan memeluk bayangan. Di cerita kedua yaitu Langit Malam, yang terlihat adalah sebaliknya, sang laki-laki yang memeluk bayangan. Tetapi aku sempat males-malesan ketika membacanya. Temanya itu loh agak menyakitkan ke hati hehehe. Tapi akhirnya selesai juga. Now, let’s review it! 😀

Over the Rain

“Tidak akan pernah ada keputusan yang seratus persen tepat. Karena pada akhirnya akan selalu ada pihak yang tersakiti dari sebuah perceraian.” – halaman 63

Setelah perselingkuhan Bulan dan teman lamanya, Bintang, terkuak, Reza menceraikan istrinya dan mendapatkan hak asuh anak mereka, Bumi. Bulan menerima dengan pasrah, tetapi dia tidak tahan dipisahkan dengan anaknya. Jatah kunjungan tiap akhir pekan tidak cukup menyalurkan rasa rindunya. Perlakuan tak menyenangkan juga datang dari kedua orangtuanya, belum lagi Bintang tak henti mencoba menghubunginya. Rasa bersalah yang dirasakan Bulan semakin bertumpuk sehingga dia menolak harta pembagian dari Reza. Dia memilih tinggal di rumah kontrakan dan bekerja di sebuah restoran cepat saji.

Reza masih sangat mencintai mantan istrinya. Namun pengkhianatan Bulan sangat melukainya. Dia merasakannya setiap kali Bulan datang untuk menemui Bumi. Dia berusaha tidak bertatap muka dengan Bulan dan memusatkan perhatian ke pekerjaannya, salah satunya membimbing Friska, keponakan atasannya yang baru lulus kuliah dan bekerja sebagai asistennya. Urusan Reza bertambah pelik karena Bumi tak henti menanyakan ketidakhadiran ibunya. Kebohongannya sudah tidak ampuh sehingga dia memutuskan untuk membawa Bulan ke Bumi. Tapi Reza malah menemukan Bulan dalam kondisi hamil. Janin yang dikandung Bulan bisa jadi anak Reza atau buruknya, Bintang.

 

“Itulah yang membedakan pria dan wanita. Sesakit apa pun perasaan perempuan karena terluka akibat kata bernama cinta, pada akhirnya di wanita akan selalu menerima maaf. Berbeda dengan laki-laki yang selalu menggunakan logika. Daripada memaafkan, pria lebih suka mementingkan dirinya sendiri.” – halaman 183

Over the Rain benar-benar membuatku ikut larut dalam pergolakan batin para tokohnya. Konflik perceraian yang membuat anak menjadi korban sebelumnya sudah sering aku dengar. Tapi aku baru mengerti kebingungan dan serba salah yang dialami dua orang yang menjadi orang asing lagi itu. Gaya tulisannya sederhana saja tapi sukses membuatku tersentuh dengan perjuangan Bulan dekat dengan anaknya dan usaha Reza memperbaiki hubungannya dengan Bulan. Kejutan berupa kehamilan Bulan tak kusangka sama sekali. Rumit sekali jadinya. Tapi konflik tersebut diselesaikan sedikit demi sedikit dan memuaskan.

Untuk para tokohnya, aku sangat kagum dengan karakter Reza sebagai laki-laki yang setia dan berkomitmen pada keluarganya. Sikap romantisnya yang tak jarang berupa godaan gombal, membuatku iri pada Bulan. Kenapa dia susah sekali jatuh cinta kepada pria seperti itu? Lima tahun sudah berlalu loh, sudah punya anak yang sudah bisa berbicara pula. Kalau aku, mungkin sudah teler berat, saking dimabuk cinta di bulan-bulan pertama pernikahan hehehehe. Untuk Bulan, aku pertama simpati dengannya, apalagi mengingat jarak antara dia dan anaknya. Sering sekali terharu dengan pengorbanannya dan melupakan rasa malu untuk sekadar bertatap muka dengan Bumi.  Namun perselingkuhan yang dia lakukan memang menyakitkan, sampai hamil dan bingung siapa bapaknya. Di sisi lain, jarang sekali menemukan perselingkuhan yang dilakukan pihak perempuan. Ini menjadi nilai unik untuk ceritanya.

Tokoh lain yang cukup penting di sini adalah Bintang, sang selingkuhan. Aku berharap banyak dari kehadirannya. Mungkin kita bisa melihat kenapa Bulan bisa tergoda, apa kelebihan Bintang dibandingkan Reza, dan cerita lain di balik perselingkungan itu. Tetapi hal-hal tersebut tidak terlalu dibahas. Bintang seringnya datang, mencoba ‘merayu’ Bulan lagi, lalu pergi entah kemana. Begitu terus. Mbok Mirna sampai Friska saja yang tokoh kecil punya bagian yang cukup besar dibandingkan Bintang. Aku sempat kecewa karena kan selingkuh yang jadi jurang pemisah Bulan dan Reza. Koq cuma disebut-sebut saja? Saat menyelesaikan bagian Over the Rain dan melirik bagian Langit Malam, aku baru mengerti. Langit Malam ternyata prekuel dari kisah di Over the Rain.

Langit Malam

“’Kalau aku menjadikan kamu hanya sebagai pelarian, apa kamu masih tetap bersedia menikah denganku?’

‘Kamu aman berlari bersamaku. Jadi mau menikah denganku?’” – halaman 5

Bulan patah hati karena Bintang, sahabat yang diam-diam dia cintai, menghilang tanpa kabar. Secara bersamaan, kedua orangtuanya menjodohkan Bulan dengan Reza, anak dari rekan bisnis ayahnya. Mereka resmi menjadi suami istri setelah hanya beberapa kali bertemu. Saat pernikahan Bulan dan Reza memasuki tahun kelima dan sudah mempunyai anak laki-laki yang diberi nama Bumi, Bintang datang kembali. Pertemuan mereka cukup intens apalagi Bintang menjadikan Bulan sebagai sekretarisnya di kantor. Dia juga menawarkan cinta yang dulu Bulan dambakan.

“Karena satu-satunya cara mengingatkan perasaan kamu terhadapku adalah melakukan hal-hal yang dulu pernah kita lewati bersama.” – halaman 54

Langit Malam mengisi kekosongan cerita perselingkuhan yang kuharapkan ada di bagian Over the Rain. Tapi ini ceritanya bukan cuma hubungan terlarang Bulan dan Bintang, ini tentang sejarah panjang mereka sebagai sahabat dan cinta yang diam-diam tumbuh. Banyak bagian flash back yang menceritakan pertemuan pertama mereka, nama mereka yang ‘berjodoh’, dan kebersamaan mereka di masa lalu yang cukup manis. Kenangan-kenangan tersebut disandingkan dengan masa sekarang. Perbedaannya sangat terasa, apalagi dengan status Bulan sebagai istri orang.

Selain masa lalu Bulan dengan Bintang, diceritakan pula awal perjodohan Bulan dan Reza. Ah, pada dasarnya aku sangat simpati dengan tokoh Reza ini. Aku semakin suka dengannya setelah tahu sifat romantis dan kesetiaannya itu memang tulus dan ditujukan untuk orang-orang istimewa. Kurang apalagi sih Bulaaan? Apa namanya harus ganti jadi Matahari biar dia saja yang berhak menyinari kamu? Namun, aku merasa kehadiran Reza yang cukup banyak, agak menganggu fokus cerita. Bagian ini harusnya lebih membahas kehidupan Bintang. Reza seperti ‘mencuri’ perhatian dan menjadikan porsinya dan Bintang seimbang.

Cerita Over the Rain dan Langit Malam berhubungan satu sama lain. Kamu bisa baca Over the Rain dulu atau jika ingin cerita yang nyambung, kamu bisa mulai dari Langit Malam. Tidak akan berasa kena spoiler karena fokus kedua cerita itu berbeda. Over the Rain membahas kisah Bulan setelah perceraian, proses memaafkan, dan cinta yang hadir tanpa disadari. Kalau Langit Malam lebih condong pada kisah Bulan melarikan diri sekaligus mengendalikan perasaan untuk cinta di masa lalu. Hanya saja kamu sudah tahu apa yang terjadi di akhir cerita Langit Malam. Bagian ini memang seperti dibuat sebagai pendukung cerita utamanya.

Konsep 2 in 1 ini sebenarnya unik. Tapi peletakan cerita yang berlawanan, satu cerita mulai dari kanan dan satu lagi dari kiri, sempat menipuku. Saat cerita Over the Rain sampai ke klimaksnya, jumlah halamannya masih banyak tersisa, membuatku mengharapkan alur yang lebih rumit. Kemudian aku sadar sisa halaman itu bagian Langit Malam yang dimulai dari halaman belakang. Selain itu, aku merasa konsep ini membuat karakter tokoh-tokohnya kurang tereksplor. Kita tahu pekerjaan Reza, keahlian Bulan dalam membuat kue, atau latar belakang keluarga Bintang yang kurang harmonis. Tetapi semua itu tidak memberikan kesan yang cukup mendalam dan hanya sedikit membantu alur cerita. Kedua cerita ini juga seperti dituntut oleh jumlah halaman yang terbatas. Lalu, salah ketik kata dan tanda baca banyak sekali ditemukan di dua cerita tersebut. Agak sedikit menganggu karena kata dan tanda baca yang salah ketik itu bisa hadir di paragraf yang sama.

At last, Over the Rain (dan Langit Malam) tak hanya memberikan kisah yang menyentuh sekaligus romantis, tapi juga hadir dengan konsep yang menarik. Over the Rain adalah bagian yang paling kusuka. Perceraian dengan anak masih balita memang sangat pelik dan menguras emosi. Untuk Langit Malam, aku cukup menyukai bagian masa lalu yang dibandingkan dengan masa sekarang dan menjelaskan perselingkuhan yang Bulan lakukan. Tapi keduanya saling melengkapi dan menjadi satu paket yang menarik. Recommended! 😀over the rain langit malam asri tahir

Sumber: http://dhynhanarun.blogspot.co.id/2015/11/blog-tour-over-rain-review-book-trailer.html

Fight Song by Siti Saniyah The Voice Indonesia

Fight Song – Rachel Platten | Terjemahan Lirik Lagu Barat
Like a small boat
Seperti sampan kecil

On the ocean
Di tengah samudera

Sending big waves
Ombak besar menerjang

Into motion
Terombang-ambing

Like how a single word
Sebagaimana halnya satu kata

Can make a heart open
Bisa membuat hati terbuka

I might only have one match
Mungkin aku hanya punya satu korek api

But I can make an explosion
Tapi aku bisa membuat ledakan
II
And all those things I didn’t say
Dan semua hal yang tak kukatakan

Wrecking balls inside my brain
Bola-bola penghancur di dalam otakku

I will scream them loud tonight
Akan kuteriakkan semuanya keras-keras malam ini

Can you hear my voice this time?
Bisakah kau dengar suaraku kali ini?
III
This is my fight song
Inilah lagu perlawananku

Take back my life song
Lagu merebut hidupku kembali

Prove I’m alright song
Lagu pembuktian bahwa aku baik-baik saja

My power’s turned on
Kekuatanku menyala

(Starting right now) I’ll be strong
(Mulai saat ini) aku akan kuat

I’ll play my fight song
Kan kumainkan lagu perlawananku

And I don’t really care if nobody else believes
Dan aku tak peduli jika orang lain tak ada yang percaya

‘Cause I’ve still got a lot of fight left in me
Karena masih banyak perlawanan dalam diriku
Losing friends and I’m chasing sleep
Kehilangan teman dan aku mengejar tidur

Everybody’s worried about me
Semua orang mengkhawatirkanku

In too deep
Tenggelam terlalu dalam

Say I’m in too deep (I’m in too deep)
Mereka bilang aku tenggelam terlalu dalam

And it’s been two years
Dan sudah dua tahun lamanya

I miss my home
Aku rindu rumahku

But there’s a fire burning in my bones
Tapi ada bara yang menyala di belulangku

And I still believe
Dan aku masih percaya

Yeah I still believe
Yeah aku masih percaya
Back to II, III
A lot of fight left in me
Banyak perlawanan dalam diriku
Back to I, III
Now I’ve still got a lot of fight left in me
Kini masih banyak perlawanan dalam diriku